Palembang, – Kericuhan pecah dalam sebuah ajang kompetisi anak lomba Kejuaraan Karate Liga Pelajar Ke-1 Piala Walikota Palembang yang digelar di kawasan samping Kantor Camat Kamboja, Palembang, Sabtu (7/2). Acara yang seharusnya menjadi wadah prestasi bagi anak-anak justru berujung protes keras dari para orang tua peserta.
Salah satu orang tua peserta (ES) mengungkapkan kemarahannya di lokasi kejadian setelah melihat kondisi penyelenggaraan yang dianggap sangat buruk dan diduga tidak manusiawi. Menurutnya, banyak anak yang mengalami kelelahan ekstrem hingga hampir pingsan di lokasi.

Biaya pendaftaran yang dipungut dari ribuan peserta diduga tidak sesuai dengan fasilitas yang diberikan oleh panitia di lapangan.
Kondisi di lokasi yang tidak kondusif menyebabkan anak-anak stres dan jatuh sakit (hampir pingsan), sehingga banyak orang tua memilih menarik anaknya dari pertandingan.
“Anak saya jadi korban, hampir pingsan karena kondisi di lapangan tidak layak. Kami sudah bayar, tapi fasilitas nol besar. Ini sudah pelanggaran berat, kami minta Bapak Ratu Dewa segera turun tangan menyikapi oknum panitia seperti ini,” tegas (ES) dengan nada geram.
Kericuhan sempat mereda setelah beberapa orang tua melakukan protes keras kepada panitia di tempat. Hingga saat ini, para orang tua menuntut pertanggungjawaban dari penyelenggara dan meminta pihak berwenang melakukan audit terhadap kegiatan tersebut.
Sampai berita ini diturunkan, pihak panitia dan Walikota Palembang Ratu Dewa belum memberikan tanggapan atas kejadian yang dialami peserta lomba Kejuaraan Karate Liga Pelajar Ke-1 Piala Walikota Palembang.
