Palembang, – Warga di sekitar aliran Sungai Meranjat kelurahan Sukamulya kecamatan sematang borang kembali diresahkan oleh aktivitas predator air. Seorang warga dari RT 01 dilaporkan tanggal 5 Februari 2026 menjadi korban gigitan buaya saat berada di sekitar kawasan Jembatan Sunarna. Kejadian ini menambah daftar panjang konflik antara manusia dan satwa liar di wilayah tersebut.
Berdasarkan keterangan warga setempat, insiden ini terungkap setelah anak dari korban melaporkan kejadian yang menimpa orang tuanya kepada Ketua RT 01. Meski korban berhasil selamat, peristiwa ini memicu kekhawatiran besar di kalangan masyarakat sekitar, mulai dari area Perum Cahaya Narari, RT 04 (sekitar SMP), hingga RT 01 Kampung Meranjat.
Pihak lingkungan setempat sebenarnya telah berulang kali memberikan imbauan keras agar warga tidak beraktivitas di dekat sungai.
“Sudah sering kita umumkan dan kasih tahu kalau di daerah Kampung Meranjat itu ada buayanya. Tapi masih saja ada yang mendekat,” ujar salah satu warga yang enggan di sebut namanya.
Hasil pantauan terkini di lokasi menunjukkan adanya penampakan buaya yang berukuran jauh lebih besar dari sebelumnya. Hal ini menandakan risiko bahaya yang semakin tinggi bagi siapa pun yang mendekati bibir sungai.
Meski upaya koordinasi telah diupayakan dengan memanggil Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) atau pihak kementerian terkait, upaya evakuasi menemui kendala. Pihak otoritas terkait dilaporkan enggan melakukan tindakan penangkapan dengan alasan lokasi tersebut merupakan habitat asli satwa tersebut.
Menanggapi situasi yang semakin genting, warga diinstruksikan untuk:
- Melarang anak-anak bermain atau mendekati area pinggir sungai.
- Menghentikan aktivitas mandi atau mencuci di aliran sungai, terutama di sepanjang Jembatan Sunarna hingga Perum Cahaya Narari.
- Tetap waspada dan segera melaporkan penampakan satwa jika berada terlalu dekat dengan pemukiman., ujar udin selaku toko masyarakat setempat.
