PALEMBANG – Muncul fenomena menarik sekaligus menimbulkan tanda tanya besar di kalangan masyarakat: sejumlah mobil truk dengan bak tertutup terpal berbentuk lonjong, kini rutin melintas di Jalan Kimarogan, Kecamatan Kertapati.
Dulu kendaraan serupa diketahui hanya bergerak pada malam hari, namun belakangan ini berubah pola dan mulai berani melintas di siang hari. Bahkan, dua unit truk dengan ciri sama terlihat beriringan lewat tepat di depan Pos Polisi Simpang Sungki. Hingga kini, isi di balik terpal yang menutup rapat bak truk tersebut masih menjadi misteri.
Karena kebaruan dan frekuensi lewat yang makin sering, warga mulai menyampaikan dugaan kuat: kendaraan ini diduga mengangkut minyak hasil olahan dari sumur di wilayah Muba. Minyak tersebut diperkirakan sudah dipesan untuk dikirim ke gudang‑gudang penampungan dan tempat pengoplosan jenis Solar, Pertamak maupun Pertalite yang tersebar di Kabupaten Ogan Ilir dan Muara Enim — yang sebagian besar diduga beroperasi tanpa izin resmi.
Andre Pelor, warga yang sering berada di pinggir Jalan Kimarogan, mengungkapkan kekhawatiran sekaligus permintaan tindakan, “Sangat rutin sekarang truk‑truk ini lewat di sini. Dulu hanya bergerak saat malam, belakangan ini berani lewat terang‑terangan di siang hari. Ada gambar yang jelas mereka beriringan persis di depan Pos Polisi Simpang Sungki. Kami meminta Polsek Kertapati segera memantau, menghentikan dan memeriksa isi di balik terpal tersebut, agar diketahui benar‑benar apa yang dibawa.” pintanya Dengan Nada menekan
Masyarakat dan kalangan luas kini menyorot dan menantikan langkah nyata dari pihak kepolisian, khususnya Polsek Kertapati. Warga berharap ada penindakan tegas: hentikan, periksa isi muatan, serta pastikan apakah pergerakan dan barang yang dibawa sesuai aturan hukum atau justru merupakan aliran barang tanpa izin yang merugikan negara dan masyarakat luas.
