Muaraenim, – Warga di sekitar aliran Sungai Manau, Muara Enim, dibuat geram dan resah akibat amblesnya jembatan yang memakan dana anggaran APBD tahun 2024 dengan Uraian pekerjaan Rehab Box Culvert proyek penggantian jembatan Tanjung Baru kisaran Rp 980.907.000,00 pada tanggal 13 Juni 2024 menjadi akses vital penghubung antar desa/wilayah di daerah tersebut
Kejadian ini tidak hanya melumpuhkan mobilitas warga, tetapi juga memicu kemarahan publik yang menilai ada kelalaian dalam pembangunan atau perawatan infrastruktur tersebut.
Menurut kesaksian warga di lokasi kejadian, jembatan tersebut ambles secara tiba-tiba, membuat struktur jembatan mengalami kerusakan parah dan tidak dapat dilalui oleh kendaraan maupun pejalan kaki. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun kerugian material dan dampak sosialnya sangat terasa.
“Ini jembatan baru selesai dibangun tahun Juni 2024 lalu, kok bisa langsung ambles,Padahal kami sangat mengandalkan jembatan ini untuk aktivitas sehari-hari, termasuk mengangkut hasil kebun,” ujar salah satu tokoh masyarakat setempat.
Masyarakat setempat kini mendesak keras pihak-pihak terkait, khususnya Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Muara Enim dan perusahaan kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut, untuk segera turun tangan dan bertanggung jawab penuh.
Tuntutan utama warga adalah perbaikan jembatan yang cepat dan permanen, serta audit menyeluruh terhadap kualitas pengerjaan proyek.
“Kami minta PU Muara Enim dan kontraktornya jangan cuci tangan. Harus ada investigasi kenapa ini bisa terjadi.Apakah karena kualitas bahan yang buruk, atau pengerjaan yang asal-asalan, ujar aktivis pemerhati lingkungan M.Kholik selaku ketua GPP-Sumsel.
Mereka harus bertanggung jawab dan segera perbaiki jembatan sungai Manau” tegas M Kholiq.
Akibat putusnya akses ini, warga terpaksa menggunakan jalur alternatif yang lebih jauh dan sulit, terutama bagi kendaraan roda empat atau angkutan barang.
Warga berharap pemerintah daerah segera merespons desakan ini dan memastikan insiden serupa tidak terulang di masa mendatang, demi kelancaran aktivitas dan keselamatan masyarakat.

