Palembang – Suasana demonstrasi di depan Kantor Gubernur Sumatera Selatan mendadak ricuh, Rabu (29/10/2025) siang. Aksi yang semula berjalan damai berubah panas ketika sejumlah mahasiswa dari berbagai organisasi melakukan orasi terkait isu kebijakan daerah.
insiden bermula saat massa aksi mencoba menenangkan situasi setelah adanya dorongan dari barisan depan aparat. Namun, ketegangan meningkat ketika oknum perwira polisi yang disebut-sebut Kasat Intel Polrestabes Palembang diduga melakukan tindakan kekerasan terhadap seorang mahasiswa.
“Dia (Kasat Intel) seperti kesetanan, langsung memukul dan menendang mahasiswa yang tidak melawan. Padahal, kami sudah defensif agar tidak anarkis,” ujar salah satu mahasiswa yang enggan disebutkan namanya.
Beberapa video amatir yang beredar menunjukkan adanya keributan di barisan depan, dan adapula mahasiswa tampak terseret dan terjatuh saat aparat mencoba membubarkan massa. Insiden itu pun memicu reaksi keras dari berbagai pihak.
Tim 7 dan Gerakan Pemuda Peduli Sumatera Selatan (GPP-Sumsel) mengecam tindakan yang dinilai mencederai semangat demokrasi dan prinsip perlindungan terhadap hak menyampaikan pendapat di muka umum.
“Kami mengecam keras tindakan brutal aparat. Polisi seharusnya menjadi pengayom rakyat, bukan penyiksa rakyat. Kami menuntut Kapolda Sumsel segera turun tangan dan memeriksa oknum tersebut,” tegas perwakilan Tim 7.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, Kasat Intel Polrestabes Palembang saat dihubungi awak media melalui via whatsap belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pemukulan tersebut.
Aksi mahasiswa itu sebelumnya berlangsung menuntut transparansi kebijakan pemerintah provinsi karena masih banyak jalan yang rusak serta evaluasi sejumlah program yang dianggap tidak berpihak pada masyarakat kecil.
