OGAN ILIR – Desa Pegayut, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, kini tengah menjadi sorotan tajam. Sebuah gudang tertutup rapat yang diduga kuat menjadi pusat penampungan dan pengolahan minyak ilegal (ilegal drilling) terus beroperasi tanpa hambatan berarti, memicu tanda tanya besar terkait keberanian aparat penegak hukum di lapangan.
Meski aktivitas ilegal ini telah lama menjadi buah bibir masyarakat, hingga saat ini belum terlihat adanya upaya penindakan konkret dari pihak berwenang. Berdasarkan informasi yang dihimpun, gudang yang dibentengi seng tinggi dengan akses yang sangat tertutup ini santer dikaitkan dengan seseorang bernama Faisol.
Keberadaan fasilitas yang diduga ilegal ini bukan sekadar pelanggaran administratif, melainkan ancaman nyata. Jika benar menjadi lokasi pengolahan minyak tanpa standar keamanan, risiko kebakaran, ledakan hebat, hingga pencemaran lingkungan yang merusak ekosistem warga menjadi bom waktu yang siap meledak kapan saja.
Yang paling menyulut kemarahan warga adalah kuatnya dugaan adanya “pembiaran” yang terorganisir. Isu miring mengenai adanya perlindungan dari oknum tertentu berhembus kencang, menciptakan persepsi di tengah masyarakat bahwa pelaku usaha ilegal ini seolah “kebal hukum”.
Jika dugaan ini benar, maka ini adalah tamparan keras bagi institusi Polri. Penegakan hukum yang tajam ke bawah namun tumpul ke atas tidak boleh dibiarkan bercokol di Ogan Ilir.
Gpp-Sumsel kini mendesak Kapolres Ogan Ilir untuk tidak lagi berpangku tangan. Penyelidikan yang profesional, transparan, dan tanpa kompromi adalah harga mati untuk menjawab kegelisahan publik. Jangan sampai citra institusi Polri tergerus oleh ulah oknum yang diduga mencari keuntungan pribadi dari bisnis haram.
Tak hanya Polres, Gpp-Sumsel juga mendesak Divisi Propam Polri untuk turun tangan. Jika terbukti ada oknum anggota yang terlibat, baik dalam bentuk perlindungan maupun koordinasi ilegal, maka tindakan tegas sesuai kode etik profesi dan hukum pidana wajib diberlakukan. Tidak boleh ada ruang bagi oknum yang mengkhianati marwah institusi demi pundi-pundi uang haram.
Langkah cepat dan transparan dari aparat penegak hukum menjadi ujian nyata bagi komitmen Polri dalam memberantas praktik ilegal di Sumatera Selatan. Jika gudang ini terus beroperasi tanpa tersentuh, maka kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum di Ogan Ilir akan mencapai titik nadir.
Gpp-Sumsel menunggu aksi nyata. Apakah hukum akan ditegakkan dengan adil, ataukah kekuatan uang dan koneksi oknum akan kembali menang di atas aturan hukum yang berlaku? Polri dituntut membuktikan bahwa tidak ada seorang pun yang berada di atas hukum.
