PALEMBANG – Aroma busuk dugaan kongkalikong antara birokrasi dan mafia minyak menyengat di depan Kantor KSOP Kelas I Palembang, Kamis 26/2/2026. Gabungan Pemuda Peduli (GPP) Sumsel menggelar aksi unjuk rasa panas, membongkar dugaan keterlibatan oknum petinggi KSOP dalam memuluskan penyelundupan BBM ilegal melalui penyeberangan kapal feri Tanjung Api-Api (TAA) menuju Muntok.
Tangan Besi di Balik Penyelundupan?
Ketua Umum DPP GPP Sumsel, M. Khaliq, dalam orasinya melempar bom pernyataan yang menohok. Ia mempertanyakan keberadaan petugas di lapangan yang seolah “buta dan tuli” membiarkan truk-truk pengangkut BBM ilegal melenggang bebas masuk ke kapal feri.
“Ini sudah berlangsung lama. Kami menduga kuat ada campur tangan dan ‘tangan besi’ Kepala KSOP Kelas I Palembang, Laksma TNI Idham Faca. Jabatannya diduga digunakan untuk koordinasi melancarkan armada mafia minyak ini. Petugas di TAA tidak berkutik karena ada tekanan dari atas!” tegas khaliq dengan nada tinggi.
Senada, Sekjen GPP Sumsel, Fitro, mengkritik keras hubungan antara oknum KSOP dan mafia yang dinilainya sudah seperti “keluarga”. Ia mendesak agar jalur TAA segera dibersihkan dari praktik ilegal sebelum citra pelabuhan ini permanen menjadi jalur sutra para kriminal.
Nyawa Penumpang Jadi Tumbal
Kritik paling pedas datang dari Korlap Aksi, Obi. Ia menilai KSOP telah menumbalkan keselamatan nyawa ribuan penumpang kapal feri demi pundi-pundi koordinasi mafia BBM. “Mobil BBM ilegal itu bom waktu di atas kapal! KSOP lalai, nyawa rakyat dijadikan tumbal hanya demi mem-back up penyelundupan menggunakan jabatan,” cecarnya.
Respon KSOP: Akui Kebenaran Aksi dan Ancam “Grounded” Nakhoda
Massa aksi ditemui langsung oleh Capt. Bintarto, M.Mar (Kasi Keselamatan Berlayar) didampingi Afrizal (PLH KSOP). Secara mengejutkan, Bintarto mengamini keresahan para pemuda tersebut.
“Apa yang disampaikan massa aksi itu benar. Kami sudah mengeluarkan surat edaran pelarangan. Jangankan yang ilegal, mobil BBM yang legal saja kami larang menyeberang menggunakan kapal feri umum,” ungkap Bintarto di hadapan massa.
Bintarto mengeluarkan ultimatum keras: Jika ditemukan kapal nekat berlayar membawa mobil BBM, kapal tersebut dinyatakan Tidak Laik Laut.
“Jika masih ada yang lolos, saya sendiri yang akan meminta aparat kepolisian menindak. Bahkan, nakhoda yang berani melayarkan kapal dengan muatan BBM di dalamnya akan langsung saya grounded (cabut) ijazahnya!” tegasnya menutup pembicaraan.
GPP Sumsel berjanji akan terus mengawal komitmen ini dan siap menjadi informan garis depan untuk memastikan tidak ada lagi “main mata” antara penguasa pelabuhan dan mafia minyak di Bumi Sriwijaya.(MK)
