PALEMBANG – Di tengah instruksi pemerintah pusat untuk melakukan efisiensi anggaran dan prioritas penghematan, Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Palembang menuai sorotan publik. Pasalnya, sekolah favorit di Palembang ini tetap memberangkatkan ratusan siswanya untuk mengikuti kegiatan study tour ke Bali.
Rombongan siswa SMAN 1 Palembang dilaporkan berangkat menuju Bali pada Kamis pagi (20/11/2025), menggunakan lima bus untuk perjalanan yang direncanakan berlangsung selama sepuluh hari.
Kegiatan ini menjadi polemik lantaran terjadi di saat pemerintah sedang menggalakkan kebijakan efisiensi dan penghematan di berbagai sektor, termasuk pendidikan. Pengamat pendidikan dan beberapa pihak menyayangkan keputusan sekolah yang dianggap mengabaikan imbauan tersebut, terutama jika kegiatan ini membebani biaya orang tua siswa secara signifikan.
Salah satu orang tua siswa yang enggan disebutkan namanya membenarkan adanya kegiatan tersebut. “Iya anak saya ikut study tour 10 hari, besok pagi berangkat dari sekolah,” ujarnya seperti.
Sementara itu, Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan diduga melakukan pembiaran terkait kegiatan ini. Beberapa laporan media yang mengangkat isu tersebut bahkan dikabarkan telah dihapus atau di-takedown, memicu spekulasi adanya upaya pembungkaman media untuk menutupi kontroversi ini.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak SMAN 1 Palembang maupun Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan mengenai dasar pertimbangan keberangkatan study tour ke Bali di tengah seruan efisiensi pemerintah.
Kontroversi serupa pernah terjadi di daerah lain, seperti SMAN 1 Cianjur, di mana kepala sekolahnya bahkan dicopot dari jabatannya setelah mengabaikan larangan study tour oleh pemerintah daerah setempat.
Kejadian di Palembang ini menambah daftar panjang polemik study tour yang dianggap tidak sejalan dengan semangat penghematan dan prioritas pendidikan yang lebih substansif.(JS/Tim)
