Jurnalsumsel86.my.id SMPN 1 Rejang Lebong mengadakan bulan bahasa sebagai upaya untuk melatih keterampilan siswa dalam berbahasa Indonesia dan mengapresiasi Karya Sastra Indonesia. Tahun ini, SMPN 1 kabupaten rejang Lebong bekerjasama dengan OSIS mengadakan peringatan Bulan Bahasa. Tema yang diangkat adalah Pemuda Indonesia, Penerus bangsa pewaris bahasa
Acara ini Di hadiri bupati M Fikri Thobari ,SE M,AP di dampingi oleh ketua TPKK kabupaten rejang Lebong Larasinta Fikri kepalah dinas pendidikan Zakaria Efendi perwakilan dari kejaksaan dan kepala kemenak acara di pimpin langsung oleh plt kepala sekolah SMPN 1 Rejang Lebong Rachmawati M .PD dan para guruh acara Sangat meriah dan bahagia siswa siswi SMPN 1 Rejang Lebong jaya selalu.Bulan Oktober, selain lekat dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, juga dikenal sebagai Bulan Bahasa dan Sastra Indonesia.
Namun, tahu kah kamu mengapa dipilih bulan Oktober? Dan bukan bulan yang lain? Dan bagaimana kamu harus menyikapi penggunaan Bahasa Indonesia di tengah berkembangnya bahasa asing?Pada 28 Oktober 1928, dilaksanakan Kongres Pemuda Indonesia yang kedua di Jakarta.
Kongres ini menghasilkan keputusan yang menegaskan cita-cita akan tanah air Indonesia, Bangsa Indonesia, dan Bahasa Indonesia. Keputusan tersebut merupakan Ikrar Pemuda yang kemudian dikenal dengan Sumpah Pemuda.
Berikut isi Sumpah Pemuda: Pertama: Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia. Kedoea: Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia. Ketiga: Kami poetra dan poetri Indonesia Rejang Lebong bahasa persatoean, bahasa Indonesia.
Berdasarkan peristiwa tersebut, 28 Oktober diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda. Selain itu, bunyi butir ketiga Sumpah Pemuda, menetapkan bahwa bahasa resmi bangsa Indonesia adalah Bahasa Indonesia. Merujuk pada peristiwa sejarah bangsa tersebut, dipilihlah bulan Oktober sebagai Bulan Bahasa dan Sastra Indonesia.
Bangsa Indonesia merupakan salah satu bangsa yang memiliki suku dan bahasa yang beraneka ragam dari dahulu hingga saat ini. Penelitian untuk pemetaan bahasa di Indonesia yang dilaksanakan Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang dilakukan sejak 1991 hingga 2019 mengemukakan bahwa, Bahasa daerah (tidak termasuk dialek dan subdialek) di Indonesia yang telah diidentifikasi dan divalidasi sebanyak 718 bahasa dari 2.560 daerah pengamatan (kemendikbud.go.id).
Bisakah kamu bayangkan jika setiap suku menggunakan bahasanya masing-masing untuk berkomunikasi di Indonesia? Bisa pusing sepertinya, belajar dan memahami bahasa masyarakat Indonesia.
Berbahagialah kita, karena Sumpah pemuda, maka Bahasa Indonesia digunakan sebagai bahasa pemersatu. Keragaman bahasa bukan lagi menjadi permasalahan, namun menjadikan hubungan setiap suku menjadi semakin erat.
Keberagaman bahasa yang dimiliki bangsa Indonesia tidak menutup keinginan masyarakatnya, khususnya pemuda untuk terus belajar bahasa. Terutama bahasa asing. Perkembangan zaman bahkan menuntut masyarakat untuk terampil menggunakan bahasa asing.
Dewasa ini, keterampilan/kefasihan berbahasa asing juga menyangkut upaya manusia untuk mewujudkan kesejahteraan serta peningkatan harkat dan martabat.
Tidak dimungkiri bahwa kadang, seorang yang memiliki kemampuan dan terampil berbahasa asing, akan mendapatkan penghasilan yang lebih baik dibandingkan dengan yang tidak.
Hal ini bahkan berlaku di banyak negara, tak terkecuali Indonesia.Hal yang sangat disayangkan adalah jika kamu dan aku terlalu fokus untuk menguasai bahasa asing, hingga mengesampingkan keterampilan berbahasa Indonesia.
Hal ini terlihat ketika banyak anak-anak yang sedari dini dilatih untuk fasih berbahasa asing tapi tidak dilatih untuk fasih berbahasa Indonesia.Pada akhirnya, memang tak ada yang salah jika kamu dan aku belajar ataupun berkomunikasi dengan bahasa asing.
Justru kemampuan berbahasa asing memang dibutuhkan dan menjadi bekal yang pasti berguna dalam hidup.Namun, alangkah lebih baik jika bisa menyeimbangkan kemampuan antara bahasa Ibu/ Bahasa Indonesia dan bahasa-bahasa lainnya. Jangan sampai sebagai warga negara Indonesia, kita lancar berbahasa asing, tetapi malah macet berbahasa Indonesia.( Boy )
