Oplus_131072

PALEMBANG
Gabungan Pemuda Peduli Sumsel (GPP Sumsel) Tim 7 menyambut pergantian pucuk pimpinan Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan sebagai momentum baru untuk menghidupkan kembali marwah penegakan hukum yang tegas dan berwibawa di Bumi Sriwijaya.

Posisi Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumsel yang kini diemban oleh Dr. Ketut Sumedana, SH, MH menggantikan Yulianto, SH, MH yang memasuki masa tugas baru sebagai Sekretaris Diklat Kejagung RI, menjadi sorotan dan harapan baru bagi masyarakat Sumsel.

Menurut GPP Sumsel Tim 7, di bawah kepemimpinan sebelumnya masih banyak kasus besar yang belum terselesaikan, terutama kasus-kasus strategis yang menimbulkan tanda tanya publik. Beberapa dugaan korupsi besar, pelanggaran hukum di sektor migas, serta penyalahgunaan anggaran daerah, masih menunggu keberanian dan ketegasan aparat hukum untuk menuntaskannya.

“Kami dari GPP Sumsel Tim 7 percaya pada integritas dan ketegasan Dr. Ketut Sumedana. Beliau dikenal berani dan tegas dalam menegakkan hukum. Sudah saatnya Kejati Sumsel punya taji, menunjukkan taringnya untuk menuntaskan kasus-kasus besar yang selama ini terkesan jalan di tempat,” tegas salah satu koordinator GPP Sumsel Tim 7.

GPP Sumsel juga menekankan bahwa masyarakat kini menaruh ekspektasi tinggi kepada Kajati baru agar tidak hanya berwibawa di meja, tetapi juga berani di lapangan, menindak siapapun yang bermain di atas penderitaan rakyat.

“Kami tidak ingin Kejati Sumsel hanya jadi simbol formalitas. Rakyat Sumsel menunggu langkah nyata, bukan janji. Jika Kejati bisa menunjukkan ketegasan, maka kepercayaan publik akan kembali,” tambahnya.

Di akhir pernyataan, GPP Sumsel menegaskan akan terus mengawal setiap langkah Kejati Sumsel dalam membersihkan praktik-praktik penyimpangan hukum, sekaligus siap memberikan dukungan moral terhadap setiap upaya penegakan hukum yang berkeadilan.

GPP SUMSEL TIM 7
Gabungan Pemuda Peduli Sumatera Selatan
“Berani Suarakan Kebenaran, Demi Sumsel yang Bersih dan Bermartabat.”

Oplus_131072

PALEMBANG, – Gabungan Pemuda Peduli Sumsel (GPP Sumsel) Tim 7 menyambut pergantian pucuk pimpinan Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan sebagai momentum baru untuk menghidupkan kembali marwah penegakan hukum yang tegas dan berwibawa di Bumi Sriwijaya.

Posisi Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumsel yang kini diemban oleh Dr. Ketut Sumedana, SH, MH menggantikan Yulianto, SH, MH yang memasuki masa tugas baru sebagai Sekretaris Diklat Kejagung RI, menjadi sorotan dan harapan baru bagi masyarakat Sumsel.

Menurut GPP Sumsel Tim 7, di bawah kepemimpinan sebelumnya masih banyak kasus besar yang belum terselesaikan, terutama kasus-kasus strategis yang menimbulkan tanda tanya publik. Beberapa dugaan korupsi besar, pelanggaran hukum di sektor migas, serta penyalahgunaan anggaran daerah, masih menunggu keberanian dan ketegasan aparat hukum untuk menuntaskannya.

“Kami dari GPP Sumsel Tim 7 percaya pada integritas dan ketegasan Dr. Ketut Sumedana. Beliau dikenal berani dan tegas dalam menegakkan hukum. Sudah saatnya Kejati Sumsel punya taji, menunjukkan taringnya untuk menuntaskan kasus-kasus besar yang selama ini terkesan jalan di tempat,” tegas salah satu koordinator GPP Sumsel Tim 7.

GPP Sumsel juga menekankan bahwa masyarakat kini menaruh ekspektasi tinggi kepada Kajati baru agar tidak hanya berwibawa di meja, tetapi juga berani di lapangan, menindak siapapun yang bermain di atas penderitaan rakyat.

“Kami tidak ingin Kejati Sumsel hanya jadi simbol formalitas. Rakyat Sumsel menunggu langkah nyata, bukan janji. Jika Kejati bisa menunjukkan ketegasan, maka kepercayaan publik akan kembali,” tambahnya.

Di akhir pernyataan, GPP Sumsel menegaskan akan terus mengawal setiap langkah Kejati Sumsel dalam membersihkan praktik-praktik penyimpangan hukum, sekaligus siap memberikan dukungan moral terhadap setiap upaya penegakan hukum yang berkeadilan.

GPP SUMSEL TIM 7
Gabungan Pemuda Peduli Sumatera Selatan
“Berani Suarakan Kebenaran, Demi Sumsel yang Bersih dan Bermartabat.”

By Team 7

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page