MUSI BANYUASI – Hukum seolah tak bertaji di jalur maut distribusi minyak ilegal Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Praktik penyulingan minyak mentah ilegal atau illegal refinery kini tak lagi main petak umpet. Hasil penelusuran tim gabungan media mengungkap tabir gelap di balik deru mesin truk pengangkut “Solar Cong” yang bebas melenggang di Kecamatan Sanga Desa hingga Babat Toman.
Bukan sekadar bisnis remang-remang, skandal ini menyeret nama besar di korps loreng. Seorang oknum anggota TNI berinisial Bari alias Bang Boy, yang diduga berdinas di Korem 044/Garuda Dempo, mencuat sebagai aktor intelektual di balik kepemilikan muatan emas hitam ilegal tersebut.
Nyanyian Sopir dan Sandi “BGN”
Keberanian para pelaku mencapai puncaknya saat sebuah truk Mitsubishi Fuso Canter bernopol BG 8565 UQ terjaring pantauan awak media. Sopir truk berinisial A, tanpa ragu menyebut bahwa ribuan liter “Solar Cong” yang dibawanya berasal dari Desa Keban I dan merupakan milik “Bang Boy”.
Lebih mengejutkan lagi, distribusi ini diduga kuat dikawal oleh koordinasi sistematis bertajuk “BGN”. Jaringan ini disebut-sebut berfungsi sebagai “pembuka jalan” agar truk-truk pengangkut minyak ilegal bisa menembus perbatasan Palembang hingga mencapai Lampung tanpa tersentuh aparat.
“Sekarang bukan rahasia lagi. Siang malam terus berjalan. Seolah tidak takut apa-apa,” cetus seorang warga Desa Sarekah dengan nada getir, Rabu (25/2/2026).
GPP Sumsel: “Pecat dan Adili, Jangan Coreng Marwah TNI!”
Mencuatnya nama oknum Korem Garuda Dempo ini menyulut kemarahan publik. Gabungan Pemuda Peduli (GPP) Sumsel langsung bereaksi keras. Mereka mendesak Pangdam II/Sriwijaya tidak menutup mata atas borok yang merusak citra institusi.
“Kami meminta Pangdam II/Sriwijaya segera bertindak tegas. Pecat dan adili oknum berinisial Bari alias Boy tersebut! Ini adalah penghinaan terhadap marwah TNI. Jangan biarkan seragam dijadikan tameng bisnis haram!” tegas perwakilan GPP Sumsel dalam pernyataan resminya.
Komitmen Pangdam Diuji
Publik kini menaruh harapan besar pada ketegasan pucuk pimpinan Kodam II/Sriwijaya. Apakah hukum militer akan ditegakkan tanpa pandang bulu, ataukah jaringan “BGN” ini terlalu kuat untuk disentuh?
Hingga berita ini diturunkan, redaksi terus berupaya melakukan konfirmasi resmi kepada pihak Korem 044/Gapo terkait dugaan keterlibatan anggotanya dalam pusaran bisnis minyak ilegal yang kian meresahkan warga Bumi Serasan Sekate tersebut.(Red)
