Ogan ilir, jurnalsumsel86.my.id – Seorang wartawan Humas Polda Sumatera Selatan, menjadi korban penganiayaan oleh sekelompok orang yang diduga mafia Bahan Bakar Minyak (BBM) ilegal. Peristiwa ini terjadi pada hari Sabtu, 10 Februari 2024, saat korban sedang melakukan investigasi di sebuah lokasi penampungan BBM ilegal di daerah tersebut.
Menurut keterangan korban, saat ia sedang mampir ke Lokasi Gudang Karena melihat ada rekannya disana, tiba-tiba ada orang mendatanginya dan langsung melakukan penyerangan. Korban dipukul, ditendang oleh orang tersebut, bahkan pelaku hampir menusuk perut korban dengan pisau, sebanyak dua kali.
Beruntung, korban berhasil mengelakkan diri dari serangan orang tersebut lalu ia pun pergi dari lokasi kejadian dan segera melapor ke pihak kepolisian. Kasus ini kemudian ditangani oleh Polres Ogan Ilir.

Sementara itu, Kapolres Ogan Ilir Andi Baso, Ia mengatakan bahwa silahkan Dilaporkan bila ada yang dirugikan atau diduga pelanggaran hukum lainnya, singkat kapolres Ogan ilir saat dikonfirmasi awak media melalui via whatsapp.
Selain itu, Ketua GPPS Sumatera Selatan, M Khaliq, mengecam keras aksi penganiayaan terhadap wartawan tersebut. Ia meminta kepada Kapolda Sumatera Selatan untuk turun tangan dan mengusut tuntas kasus ini.
“Kami mengecam keras aksi penganiayaan terhadap wartawan di Ogan Ilir. Ini merupakan tindakan premanisme dan pelanggaran hukum. Kami meminta kepada Kapolda Sumatera Selatan untuk turun tangan dan mengusut tuntas kasus ini,” kata Khaliq
Khaliq juga meminta kepada pihak kepolisian untuk memberikan perlindungan kepada wartawan yang sedang menjalankan tugasnya.”Wartawan adalah pilar demokrasi dan harus dilindungi dari aksi kekerasan,” tegasnya
Gerakkan Pemuda Peduli Sumsel (GPPS) meminta Kapolda Sumsel untuk menutup seluruh aktivitas gudang bbm diduga ilegal yang masih beraktivitas tanpa tembang pilih untuk melaksanakan intruksi keras kapolri tentang Menindak Tegas Semua Kegiatan Ilegal Drilling di wilayah Sumatera Selatan agar tidak terulang kembali perbuatan intimidasi terhadap wartawan yang sedang bertugas.
