Palembang, – Gabungan Pemuda Peduli Sumsel (GPP Sumsel) bersama Tim 7 Media Partner aman menggelar aksi damai di depan Mapolda Sumatera Selatan, jumat (13/2/2026), sebagai bentuk desakan keras kepada aparat penegak hukum agar segera menindak dan menangkap diduga Aji, yang diduga kuat terlibat sebagai mafia minyak ilegal di wilayah Macang Sakti.
Dalam aksi tersebut, massa menyoroti keberadaan sumur minyak ilegal yang diduga beroperasi tidak jauh dari Pos Polisi (Pospol) setempat. Fakta ini memicu keresahan publik dan menimbulkan pertanyaan serius terkait pengawasan serta penegakan hukum terhadap praktik ilegal yang terang-terangan merugikan negara dan membahayakan masyarakat.
Selain dugaan keterlibatan dalam aktivitas minyak ilegal, massa aksi juga menyoroti tindakan tidak terpuji yang diduga dilakukan oleh Aji terhadap wartawan.
Berdasarkan keterangan dan rekaman suara yang dimiliki, saat dilakukan konfirmasi jurnalistik,Aji diduga mencaci maki wartawan dengan kata-kata kotor dan penghinaan, termasuk melontarkan kata “anjing” kepada wartawan.
Tindakan tersebut dinilai sebagai bentuk intimidasi, pelecehan,dan penghalangan terhadap kerja jurnalistik, yang jelas bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, serta mencederai kebebasan pers sebagai pilar demokrasi.
Lebih lanjut, GPP Sumsel dan Tim 7 Media Partner menyatakan bahwa dugaan keterlibatan Aji sebagai mafia minyak ilegal juga diperkuat dengan bukti visual berupa video, yang memperlihatkan keberadaan Aji di lokasi sumur minyak ilegal.
Video tersebut kini menjadi sorotan publik dan dinilai cukup untuk menjadi dasar penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut oleh aparat penegak hukum.
“Ini bukan sekadar dugaan tanpa dasar. Ada rekaman suara penghinaan terhadap wartawan dan ada video yang menunjukkan keberadaan yang bersangkutan di lokasi sumur minyak ilegal. Kami meminta Polda Sumsel bertindak profesional, objektif, dan transparan,” tegas perwakilan GPP Sumsel dalam orasinya.
TUNTUTAN AKSI:
Segera tangkap dan proses hukum diduga Aji atas dugaan keterlibatan dalam mafia minyak ilegal.
Tutup seluruh sumur minyak ilegal dan pasang garis polisi tanpa tebang pilih.
Usut tuntas dugaan penghinaan dan intimidasi terhadap wartawan, sesuai UU Pers.
Periksa dan tindak oknum aparat apabila terbukti melakukan pembiaran atau melindungi aktivitas ilegal.
Selamatkan lingkungan dan lindungi keselamatan masyarakat dari bahaya sumur minyak ilegal.
GPP Sumsel dan Tim 7 Media Partner menegaskan bahwa aksi damai ini merupakan seruan moral dan hukum, agar supremasi hukum benar-benar ditegakkan tanpa intervensi dan tanpa kompromi dengan mafia.
“Hukum tidak boleh kalah dengan mafia. Wartawan tidak boleh diintimidasi. Negara harus hadir.”GPP SUMSEL & TIM 7 MEDIA PARTNER Bergerak untuk Keadilan
