​BANYUASIN – Malam hingga menjelang subuh yang seharusnya menjadi waktu istirahat, justru berubah menjadi medan perjuangan bagi warga Perumahan Meritai Anggrek Indah, Kecamatan Rambutan. Demi mendapatkan ketenangan dari hantu banjir yang sudah menyiksa mereka selama 4 tahun terakhir, puluhan warga turun ke jalan memasang gorong-gorong dari jam 6 sore hingga jam 4 pagi dini hari.
​”Kami sudah lelah. Sudah berulang kali koordinasi ke pihak berwenang tapi tidak pernah ada tanggapan,” keluh salah satu warga dengan nada kecewa.

Informasi yang di himpun dari warga​ Persoalan adminstratif berupa izin Amdal yang belum diserahkan oleh pihak pengembang ke Pemkab Banyuasin disinyalir menjadi alasan mengapa perumahan ini seolah “dianak-tirikan”. Akibatnya, air hujan yang tidak mengalir merendam pemukiman dan menghancurkan jalanan hingga rusak parah.
​Enggan terus meratap dalam genangan air, warga memilih kompak. Menggunakan dana pribadi yang dikumpulkan secara swadaya antar-tetangga, mereka mengecor jalan dan memperbaiki saluran air sendiri.
​Spanduk harapan pun seolah terbentang dari keringat mereka yang bekerja hingga subuh: mereka butuh kehadiran negara. Warga mendesak Dinas PUPR Banyuasin, pihak kecamatan, desa, hingga pihak pengembang selaku PT. Sebagai Pengembang perumahan untuk segera bertanggung jawab atas fasilitas publik yang menjadi hak mereka sebagai warga negara dan konsumen.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page