BATAM, September 2026 — Kerukunan antarumat beragama di Kota Batam kembali mendapat apresiasi. Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya menyempatkan diri mengunjungi kawasan Perumahan Bida Ayu, Kelurahan Mangsang, Kecamatan Sungai Beduk, Batam, pada Jumat (11/9/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan Wamendagri di sela agenda kunjungannya di Batam. Bima Arya ingin melihat secara langsung kehidupan masyarakat yang hidup berdampingan dalam keberagaman agama.
Di kawasan tersebut terdapat lima gereja dan dua masjid yang berdiri berdekatan. Meski berbeda keyakinan, aktivitas peribadatan berjalan dengan baik dan masyarakat menunjukkan sikap saling menghormati serta menjaga toleransi.
Wamendagri Bima Arya didampingi Wali Kota Batam Amsakar Achmad. Kedatangan keduanya disambut antusias oleh masyarakat dan jamaah. Suasana keakraban dan keramahan terlihat sepanjang kunjungan.
Bima Arya kemudian mengunjungi satu per satu rumah ibadah yang berada di kawasan tersebut. Ia berdialog secara santai dengan para pengurus dan masyarakat, sekaligus melihat secara langsung bagaimana toleransi dibangun dan dipelihara dalam kehidupan sehari-hari.
Usai mengunjungi sejumlah rumah ibadah, Bima Arya melaksanakan salat Jumat bersama jamaah di Masjid Al Qausar.
Kunjungan kemudian dilanjutkan ke Yayasan Raudlatul Quran, yang saat ini mendidik sekitar 600 santri dari jenjang RA/TK, Madrasah Ibtidaiyah (MI), hingga Madrasah Tsanawiyah (MTs).
Di yayasan tersebut, Wamendagri juga dibuat kagum dengan program pengembangan kemampuan bahasa Inggris para peserta didik. Lingkungan yayasan dikembangkan sebagai “Kampung Inggris”, dengan tujuan meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris sekaligus sumber daya manusia para santri.
Menariknya, dalam berdialog dengan guru dan pengurus yayasan, Bima Arya turut menggunakan bahasa Inggris. Hal tersebut menjadi bagian dari apresiasinya terhadap upaya lembaga pendidikan dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan ke depan.
Bima Arya menilai kehidupan masyarakat di Bida Ayu yang mampu menjaga keharmonisan di tengah keberagaman merupakan sesuatu yang patut diapresiasi dan dapat menjadi contoh bagi daerah lain.
Ia berharap semangat toleransi tersebut terus dipertahankan sehingga Batam tidak hanya dikenal sebagai kota industri dan perdagangan, tetapi juga sebagai kota yang mampu menjaga kehidupan sosial yang harmonis serta peka terhadap pentingnya kerukunan antarumat beragama.
“Kerukunan seperti ini harus terus dijaga dan bisa menjadi contoh bagi daerah lain,” demikian pesan Wamendagri dalam kunjungannya.(Fachrizal)
