Palembang – Integritas institusi Adhyaksa kembali tercoreng hebat. Dugaan praktik kotor berupa rekayasa Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh oknum Pidsus Kejari Banyuasin, Giovani dan Rahmat Jaya, kini memicu ledakan amarah publik.

Bukannya menjadi garda terdepan penegakan hukum, kedua oknum Pidsus ini justru diduga kuat menyalahgunakan wewenang demi membentengi dugaan korupsi keluarga. Peristiwa memuakkan ini terjadi pada Selasa (24/2/2026) di ruang Sekdis Pendidikan Banyuasin terhadap Saudara Mail, seorang aktivis dari LSM Nusantara Ekspres.

Modus ‘Anak Berbakti’ yang Salah Jalan

Ironis dan miris, tindakan nekat Giovani dan Rahmat Jaya ini ditengarai kuat untuk membungkam penyelidikan atas dugaan penyelewengan Dana BOS (untuk honor guru) yang menyeret nama Ermawati, S.Pd., Kepala Sekolah SDN 19 Betung yang tak lain adalah ibu kandung dari sang oknum Pidsus tersebut.

LSM yang tengah menjalankan fungsi kontrol sosial justru dijebak dengan skenario OTT murahan demi mengamankan “borok” sang ibu dari jeratan hukum. Ini bukan lagi penegakan hukum, melainkan upaya sistematis perlindungan korupsi di bawah jubah jabatan.

Gransi dan GPP Sumsel Siap Lumpuhkan Kejati

Tindakan arogan ini memicu reaksi keras dari Gerakan Rakyat Anti Korupsi (Gransi) dan Gabungan Pemuda Peduli (GPP Sumsel). Mereka mengecam keras aksi “koboi” oknum jaksa yang menggunakan pangkat dan jabatannya untuk kepentingan pribadi dan keluarga.

“Ini adalah pengkhianatan terhadap keadilan! Kami tidak akan tinggal diam melihat institusi hukum dijadikan tameng pelindung koruptor keluarga,” tegas koordinator aksi.

Sebagai bentuk perlawanan, massa Gransi dan GPP Sumsel dipastikan akan mengepung Kantor Kejati Sumsel pada Senin pagi, 2 Maret 2026, pukul 10:00 WIB. Mereka membawa tuntutan tunggal yang tak bisa ditawar:

Copot dan Pecat Giovani dan Rahmat Jaya secara tidak hormat dari jabatannya.

Usut tuntas dugaan korupsi Dana BOS di SDN 19 Betung tanpa intervensi.

Bersihkan Kejari Banyuasin dari oknum-oknum “mafia seragam” yang merusak citra kejaksaan.

Publik kini menunggu keberanian Kajati Sumsel. Apakah hukum akan tajam ke bawah dan tumpul ke rekan sejawat, ataukah keadilan benar-benar akan ditegakkan tanpa pandang bulu?(Red)

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page