MUSI BANYUASIN, SUMATERA SELATAN – Situasi di wilayah operasional PT Hindoli Cargill di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) kembali menjadi sorotan setelah terjadi insiden penembakan pada Senin (23/2/2026).

Peristiwa tersebut sempat viral di media sosial setelah terdengar rentetan suara tembakan yang direkam warga dan wartawan yang berada di sekitar lokasi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber di lapangan yang meminta identitasnya dirahasiakan, insiden tersebut diduga berkaitan dengan praktik penagihan “fee tanah” terhadap pelaku usaha minyak rakyat yang beraktivitas di sekitar area konsesi perusahaan.

Sumber menyebutkan, seorang pria berinisial JON diduga berperan sebagai pihak yang melakukan penagihan kepada para pelaku usaha. Jika permintaan tidak dipenuhi, diduga terjadi tindakan intimidasi hingga perampasan minyak.

Kelompok yang dikenal dengan sebutan (MT) pecatan polisi juga disebut-sebut terlibat dalam praktik pungutan tersebut.

Kelompok ini diduga kerap melakukan penagihan kepada pelaku usaha dengan dalih biaya keamanan atau kontribusi wilayah.

Insiden Memicu Kepanikan Warga

Insiden penembakan yang terjadi pada 23 Februari lalu membuat warga sekitar panik. Suara tembakan terdengar jelas pada malam hari dan sempat memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik.

Belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait kronologi lengkap kejadian maupun pihak-pihak yang terlibat dalam insiden tersebut.

GPP Sumsel Desak Klarifikasi dan Evaluasi

Menanggapi peristiwa ini, Gabungan Pemuda Peduli Sumatera Selatan (GPP Sumsel) mendesak manajemen PT Hindoli, anak perusahaan dari Cargill, untuk memberikan klarifikasi terbuka kepada publik terkait dugaan keterlibatan oknum dalam praktik penagihan fee di area konsesi perusahaan.

GPP Sumsel juga meminta dilakukan audit internal terhadap karyawan maupun pihak eksternal yang diduga memanfaatkan wilayah operasional perusahaan untuk aktivitas ilegal drilling dan refinery.

Selain itu, GPP Sumsel berencana menyampaikan laporan resmi kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia guna meminta evaluasi menyeluruh terhadap izin dan Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan apabila ditemukan pembiaran terhadap aktivitas ilegal di dalam wilayah konsesi.

Desakan Penegakan Hukum

Di sisi lain, masyarakat mendesak Kapolda Sumatera Selatan, Sandi Nugroho, untuk mengusut tuntas insiden penembakan tersebut serta menindak tegas oknum aparat yang diduga terlibat.

Aktivitas ilegal drilling di Kabupaten Musi Banyuasin selama ini memang kerap menimbulkan persoalan, mulai dari kerusakan lingkungan, risiko kebakaran dan ledakan, hingga konflik horizontal di tengah masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak PT Hindoli Cargill maupun aparat penegak hukum terkait dugaan penagihan fee dan insiden penembakan yang terjadi.( tim 7 )

By Team 7

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page