Bandar Lampung – Kekhawatiran warga Kelurahan Keteguhan, Kecamatan Teluk Betung Timur, Kota Bandar Lampung, kian memuncak. Sebuah gudang berpagar seng biru di kawasan Umbul Kunci diduga menjadi lokasi penampungan minyak dalam jumlah besar tanpa kejelasan izin usaha maupun standar keselamatan yang memadai.

Berdasarkan penelusuran awak media dan keterangan sejumlah sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan, gudang tersebut diduga menyimpan minyak jenis solar dalam volume signifikan. Aktivitas keluar-masuk kendaraan pengangkut BBM disebut kerap terjadi, terutama di luar jam operasional normal.

Warga sekitar mengaku resah karena lokasi gudang berada tidak jauh dari permukiman. Bau menyengat menyerupai bahan bakar kerap tercium, memunculkan kekhawatiran akan potensi kebakaran atau bahkan ledakan jika terjadi percikan api, korsleting listrik, atau kelalaian dalam penanganan bahan mudah terbakar.

“Kalau benar di dalamnya ada penampungan minyak tanpa standar keamanan, itu sangat berbahaya. Kami tinggal berdekatan dengan lokasi,” ujar seorang warga yang rumahnya berjarak kurang dari 100 meter dari gudang tersebut.

Secara umum, penyimpanan BBM dalam jumlah besar memerlukan sistem pengamanan ketat, termasuk instalasi anti-ledakan, ventilasi khusus, jarak aman dari permukiman, serta izin usaha resmi. Tanpa prosedur tersebut, risiko kebakaran dapat meningkat signifikan, terlebih di kawasan padat penduduk.

Dalam penelusuran informasi, nama panggilan “Black” disebut-sebut sebagai pihak yang diduga mengendalikan aktivitas di lokasi tersebut. Selain itu, beredar kabar bahwa gudang minyak diduga ilegal itu disebut-sebut berkaitan dengan seorang oknum anggota Marinir. Namun hingga kini, informasi tersebut masih sebatas dugaan dan belum ada pernyataan resmi dari pihak terkait.

Awak media telah berupaya menghubungi aparat penegak hukum serta instansi berwenang untuk meminta klarifikasi dan memastikan legalitas aktivitas di lokasi tersebut. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi yang disampaikan kepada publik.

Pengamat keselamatan industri menilai, apabila benar terdapat penyimpanan BBM tanpa standar keselamatan dan pengawasan ketat, maka potensi risiko terhadap masyarakat sekitar sangat besar. Tidak hanya kerugian materiil, tetapi juga ancaman terhadap keselamatan jiwa.

Masyarakat kini berharap aparat penegak hukum dan instansi terkait segera melakukan inspeksi terbuka, audit perizinan, serta pemeriksaan teknis guna memastikan tidak ada pelanggaran yang membahayakan publik.Transparansi dan tindakan cepat dinilai penting untuk mencegah potensi bencana sebelum benar-benar terjadi.

By Team 7

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page