PALEMBANG – Aroma busuk dugaan pungli berkedok komite di SMKN 2 Palembang kian menyengat. Alih-alih memberikan klarifikasi transparan, oknum yang mengaku sebagai Humas SMKN 2 Palembang, berinisial H, diduga kuat mencoba melakukan aksi premanisme intelektual dan penyuapan untuk membungkam suara kritis Gabungan Pemuda Peduli (GPP) Sumsel.
Intimidasi Berbalut Makan Siang
Bertempat di Gemercik Resto-Suki-Kedai Kopi, Jl. Demang Lebar Daun, pertemuan yang mulanya dikira ruang dialog justru berubah menjadi panggung intimidasi. H, yang sesumbar sebagai pensiunan TNI dan aktif di berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas), diduga sengaja memamerkan “taringnya” untuk menakuti pengurus GPP Sumsel agar membatalkan rencana aksi demonstrasi di Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan.
Suap “Dua Batang” dan Perintah Kepala Sekolah
Yang paling mengejutkan, dalam pertemuan tersebut H diduga mencoba menyuap GPP Sumsel dengan uang yang diistilahkannya sebagai “Dua Batang”. Mirisnya, H secara terang-terangan menyebut bahwa uang tersebut merupakan perintah langsung dari Kepala Sekolah SMKN 2 Palembang demi menghentikan gerakan mahasiswa dan pemuda ini.
“Jangan diteruske, kalo nak bedulur jangan diteruske aksi di Diknas itu. Untuk menyetop aksi itu, aku bawak duit duo batang dari Kepsek untuk kawan-kawan GPP Sumsel,” ujar H sebagaimana ditirukan oleh pihak GPP Sumsel.
GPP Sumsel: “Aspirasi Wali Murid Tidak Bisa Dibeli!”
Meski ditekan dengan narasi “kekuatan ormas” dan iming-iming uang panas, GPP Sumsel tetap teguh pada pendiriannya. Mereka menegaskan bahwa penderitaan wali murid yang tercekik dugaan pungli berkedok komite tidak bisa ditukar dengan rupiah.
Pasca penolakan tersebut, sikap H dilaporkan kian arogan. Ia diduga mengirimkan foto-foto dirinya bersama ormas lain sebagai bentuk teror psikis. Bahkan, dalam tindakan yang dinilai kekanak-kanakan, H mengirimkan bukti struk pembayaran makan siang di resto tersebut dan meminta GPP Sumsel mengembalikannya karena merasa kecewa suapnya ditolak.
Aksi Besar Menanti Diknas Sumsel
Kasus ini semakin menguatkan indikasi bahwa ada “sesuatu yang besar” yang sedang disembunyikan di SMKN 2 Palembang. GPP Sumsel memastikan akan tetap menggeruduk Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel dengan massa yang lebih besar untuk menuntut transparansi dan pencopotan kepala sekolah yang diduga menggunakan cara-cara kotor untuk membungkam aspirasi masyarakat.(Tim 7)
