MUARA ENIM, — Praktik pertambangan batu bara tanpa izin (PETI) di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, kini memasuki fase yang sangat memprihatinkan. Laporan investigasi di lapangan mengungkapkan bahwa aktivitas ilegal ini tidak hanya merusak ekosistem lingkungan secara masif, tetapi juga diduga melibatkan jejaring mafia terorganisir dan perlindungan dari oknum aparat.
Sejumlah nama yang kerap muncul dan disebut-sebut sebagai tokoh kunci dugaan dalam sirkuit bisnis haram ini antara lain adalah Efan, Hengki, Naga, Darli, hingga Marta. Nama-nama tersebut disinyalir memiliki peran strategis mulai dari pemodal, pemilik lahan, hingga pengatur operasional di titik-titik penambangan ilegal yang tersebar di wilayah Muara Enim.
Yang lebih mengejutkan, informasi dari sumber di lapangan menyebutkan adanya keterlibatan oknum institusi TNI yang diduga kuat bertindak sebagai koordinator lapangan.
Peran oknum tersebut diduga untuk mengamankan jalur distribusi serta memberikan “perlindungan” terhadap intervensi dari penegak hukum maupun protes masyarakat sekitar.
Ketidaktegasan dalam menindak para aktor utama ini menyebabkan aktivitas penambangan terus “menggila” tanpa memedulikan aspek keselamatan kerja maupun kelestarian alam.
Polda Sumatera Selatan sebelumnya telah mengungkap kasus-kasus besar seperti Bobi Candra yang merugikan negara hingga lebih dari Rp500 miliar. Namun, munculnya “pemain-pemain baru” menunjukkan bahwa jaringan ini bersifat regeneratif dan sulit diputus jika tidak menyentuh hingga ke level pelindung atau backing.
Masyarakat dan Lembaga Gabungan Pemuda Peduli Sumsel (GPP-SumSel) mendesak agar Polda Sumsel dan Kementerian ESDM tidak hanya melakukan penertiban di level pekerja kecil, tetapi juga berani memproses hukum para cukong dan oknum aparat yang terlibat.
Kami meminta transparansi dari pihak berwenang terkait nama-nama yang telah dikantongi tersebut. Jangan sampai hukum tajam ke bawah namun tumpul saat berhadapan dengan nama-nama besar dan oknum yang menyalahgunakan seragam,tegas Obie perwakilan Gpp-Sumsel
