MUBA, — Praktik penambangan dan pengolahan minyak ilegal (illegal drilling & refinery) di wilayah Kecamatan Babat Supat, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), kini berada dalam level yang sangat mengkhawatirkan. Gabungan Pemuda Peduli Sumatera Selatan (GPP Sumsel) secara resmi mengeluarkan pernyataan keras dan memberikan ultimatum kepada Kapolda Sumatera Selatan untuk segera turun tangan membenahi wilayah tersebut.

GPP Sumsel menyoroti dugaan mandulnya fungsi pengawasan di tingkat Kepolisian Sektor (Polsek) Babat Supat. Aktivitas minyak ilegal yang berlangsung secara terang-terangan dan masif menimbulkan kecurigaan publik terkait adanya pembiaran atau bahkan perlindungan dari oknum tertentu.

“Babat Supat sudah masuk kategori darurat minyak ilegal. Aktivitas ini bukan rahasia lagi, tapi kenapa seolah tak tersentuh? Kami mempertanyakan kinerja Polsek setempat. Apakah mereka benar-benar tidak tahu, atau pura-pura tidak tahu?” tegas Obie, perwakilan GPP Sumsel.

Selain kerugian negara yang ditaksir mencapai angka fantastis, GPP Sumsel menekankan risiko tinggi terhadap keselamatan warga. Insiden kebakaran sumur minyak ilegal yang kerap terjadi di wilayah Muba seharusnya menjadi pelajaran berharga, namun di Babat Supat, aktivitas tersebut justru tampak semakin menggila.

“Kami tidak ingin menunggu ada korban jiwa atau ledakan besar baru ada tindakan. Kerusakan ekosistem di Babat Supat sudah sangat parah akibat limbah minyak yang tidak terkelola,” tambahnya.

Merespons kondisi tersebut, GPP Sumsel menyampaikan poin-poin tuntutan sebagai berikut:

  1. Evaluasi Kapolsek: Mendesak Kapolda Sumsel untuk mengevaluasi secara total kinerja jajaran Polsek Babat Supat yang dinilai gagal menekan angka aktivitas ilegal di wilayah hukumnya.
  2. Operasi Skala Besar: Meminta Polda Sumsel menurunkan tim khusus guna memberantas titik-titik pengolahan minyak ilegal tanpa pandu bulu, termasuk mengejar para pemodal (cukong) di balik bisnis haram ini.
  3. Transparansi Penegakan Hukum: GPP Sumsel meminta pihak kepolisian membuka data penindakan yang telah dilakukan agar masyarakat yakin bahwa hukum tidak tajam ke bawah tapi tumpul ke samping.

“Jika dalam waktu dekat tidak ada tindakan nyata dan signifikan di wilayah Babat Supat, GPP Sumsel akan melakukan aksi massa di depan Mapolda Sumsel. Kami tidak akan membiarkan kekayaan alam Sumsel dijarah secara ilegal demi kepentingan segelintir oknum,” tutup Obie.

By Team 7

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page