PALEMBANG, 23 MARET 2026 – Langit Kecamatan Keluang, Musi Banyuasin (MUBA), kembali menghitam. Rentetan kebakaran hebat di ladang minyak ilegal wilayah Hindoli sepanjang tahun 2026 telah mencapai titik didih kemarahan publik. Sedikitnya lima kali kebakaran besar terjadi dalam kurun waktu kurang dari satu tahun, namun ironisnya, meja penyidik kepolisian masih “steril” dari penetapan tersangka.

Kondisi ini memicu tudingan miring dari berbagai aktivis dan lembaga swadaya masyarakat di Sumatera Selatan yang menilai adanya dugaan pembiaran sistemik dan “mati surinya” penegakan hukum di wilayah hukum Polda Sumsel.

Sorotan tajam mengarah langsung kepada Kapolda Sumsel. Upaya konfirmasi media terkait aktivitas illegal drilling dan refinery di Keluang yang tidak direspons melalui pesan WhatsApp, dianggap sebagai sinyal buruk transparansi kepolisian.

Fitroh, Ketua Suara Masyarakat Sipil (SMS), menegaskan bahwa fenomena ini bukan lagi sekadar kelalaian prosedur. “Ini sudah darurat hukum. Lima kali kebakaran tanpa satu pun tersangka adalah tamparan keras bagi wibawa Polri. Kami melihat ada indikasi pembiaran yang serius. Kapolda Sumsel jangan tutup mata! Segera copot Kapolsek Keluang, AKP Moga Gumilang, karena gagal total menjaga wilayahnya,” cetusnya pedas.

Senada dengan itu, Ketua GPP Sumsel, M. Khalik, menilai penegakan hukum di Keluang terkesan tebang pilih atau bahkan “pingsan” di hadapan mafia minyak. “Kebakaran besar berulang kali terjadi, tapi tidak ada tindak lanjut nyata. Ini mencederai rasa keadilan. Jika Kapolda tidak segera melakukan evaluasi total, jangan salahkan publik jika berasumsi ada ‘main mata’ di balik layar,” ujar Khalik.

Ditambah dengan nada tegas,Obie selaku koordinator Jaringan Ngobrol Kritik KKN (JANGKRIK) turut memberikan “kartu merah” atas situasi di Keluang. Mereka menilai diamnya otoritas kepolisian justru memperkuat kecurigaan adanya perlindungan terhadap praktik ilegal.“Aparat tidak boleh alergi terhadap kritik. Kebakaran berulang tanpa tersangka adalah bukti kegagalan fungsi intelijen dan penegakan hukum. Kami siap turun ke jalan dan membawa isu ini ke tingkat Mabes Polri jika tidak ada tindakan tegas dalam waktu dekat,” tegas perwakilan Obie JANGKRIK.

Tuntutan Koalisi:

  1. Mendesak Kapolda Sumsel untuk segera mencopot Kapolsek Keluang, AKP Moga Gumilang, atas kegagalan pengawasan wilayah.
  2. Membentuk Tim Khusus Gabungan (Polda dan Mabes Polri) untuk membongkar sindikat mafia minyak di Hindoli, Keluang.
  3. Menuntut Transparansi Penegakan Hukum terkait status hukum dari lima kejadian kebakaran yang terjadi selama tahun 2026.

Negara tidak boleh kalah oleh mafia. Jika hukum terus-menerus kalah oleh kepulan asap minyak ilegal, maka keselamatan rakyat dan kelestarian lingkungan di Musi Banyuasin akan terus menjadi tumbal.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page