PALEMBANG – Praktik mafia bahan bakar minyak (BBM) ilegal di wilayah hukum Sumatera Selatan kian berani menantang hukum. Sebuah gudang penampungan dan pengolahan (bleaching) BBM ilegal yang berlokasi di Jalan H. Sarkowi, tepat di depan kawasan Citraland, kini menjadi sorotan tajam.

Berdasarkan investigasi lapangan, sebuah truk industri berwarna putih-biru dengan logo PT Suropati Jaya Abadi terpantau rutin keluar masuk gudang tersebut. Mobil tangki yang seharusnya mengangkut minyak industri resmi ini diduga kuat digunakan untuk mendistribusikan minyak hasil olahan atau bleachingan dari gudang yang dikabarkan milik oknum berinisial AW dan KN.

Gudang ini tidak hanya tertutup secara fisik, tetapi juga dijaga ketat oleh kelompok preman bersenjata tajam. Siapa pun yang berani mendekat atau mencoba mengusik aktivitas di dalamnya akan langsung berhadapan dengan intimidasi fisik.

Keganasan penjaga gudang ini bukan isapan jempol belaka. Seorang anggota intelijen dari Polrestabes Palembang dilaporkan pernah mencoba masuk untuk memantau situasi, namun justru dikejar oleh sekelompok orang menggunakan senjata tajam. Tak hanya aparat, sejumlah jurnalis yang mencoba menjalankan tugas jurnalistiknya juga mengalami intimidasi serupa di lokasi tersebut.

Meski aktivitas ilegal ini dilakukan secara terang-terangan dan identitas pengelolanya sudah menjadi rahasia umum, hingga kini gudang milik AW dan KN tersebut seolah “tidak tersentuh” oleh aparat penegak hukum. Mobil PT Suropati Jaya Abadi leluasa mengangkut minyak yang diduga ilegal tanpa ada tindakan tegas di jalan raya.

Keterlibatan armada transportasi resmi dalam rantai distribusi BBM ilegal ini memicu pertanyaan besar: Sejauh mana pengawasan otoritas terkait terhadap izin operasional PT Suropati Jaya Abadi?

Masyarakat kini mendesak Kapolda Sumatera Selatan dan Kapolrestabes Palembang untuk segera bertindak tegas membongkar sindikat ini.

Jika aparat berpangkat intelijen saja bisa diintimidasi, lantas kepada siapa lagi masyarakat harus melapor? Jangan sampai kesan “pembiaran” ini memperkuat dugaan adanya keterlibatan oknum dibalik layar yang membentengi bisnis haram tersebut.(Tim 7)

By Team 7

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page