PALEMBANG – Kawasan simpang Dogan jalan Sosial, Suka Maju, Kecamatan Sako, menjadi saksi berlangsungnya acara Open House yang sarat dengan nuansa spiritual. Acara ini bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan menjadi ruang diskusi mendalam mengenai pentingnya pembersihan hati (tazkiyatun nafs) untuk mencapai ketenangan batin yang hakiki di tengah hiruk-pikuk duniawi.

Dalam pertemuan tersebut, Guru Spiritual Singo Mataram kembali menegaskan bahwa fokus utama seorang hamba seharusnya adalah orientasi akhirat. Program bimbingan ini dirancang khusus untuk membawa jamaah mencapai derajat Makrifat, yakni mengenal Allah SWT secara mendalam melalui praktik nyata, bukan sekadar teori.

Singo Mataram menyampaikan pesan tajam mengenai hambatan batin dalam mengenal Allah. Ia menegaskan bahwa kebiasaan merokok bukan sekadar masalah kesehatan fisik, melainkan penghalang besar bagi kesucian jiwa.”Jangan biarkan rokok menghalangi cahaya pembersihan hati,” tegas Singo Mataram.

“Bagaimana mungkin seorang hamba bisa mencapai kejernihan makrifat jika ia masih terjebak dalam kekhilafan merokok? Rokok adalah bentuk kelalaian yang menciptakan tabir antara hamba dan Tuhannya.”

Menurutnya, ilmu pembersihan hati adalah “bekal pulang” untuk mematikan keinginan nafsu agar ruh bisa mengenal Sang Pencipta tanpa sekat. Tanpa hati yang jernih dari penyakit duniawi, seorang hamba akan sulit merasakan kehadiran Allah dalam setiap langkahnya.

Lebih jauh, Singo Mataram mengungkapkan bahwa perjalanan menuju makrifat akan membuahkan pembuktian nyata hingga akhir hayat. Fenomena fisik saat kematian sering kali menjadi cermin kesucian jiwa seorang hamba.

Ia menggambarkan kondisi jenazah yang mencapai derajat kemuliaan dengan ciri-ciri kuning langsat berseri, tekstur kulit yang lembut bak kain sutra, bobot raga yang terasa enteng saat diangkat, serta aroma wangi alami yang merebak tanpa bantuan wewangian duniawi.

“Inilah bukti nyata dari ilmu pembersihan hati. Husnul khatimah adalah hadiah bagi mereka yang telah mengenal Allah sebelum maut menjemput.Inilah bukti nyata dari ilmu pembersihan hati yang diajarkan. Bahwa kemuliaan seorang hamba tidak hanya terlihat saat ia melangkah di bumi, namun terpancar jelas saat ia kembali ke haribaan-Nya,” tambah Singo Mataram dengan nada tenang namun berwibawa.

Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi oase bagi masyarakat yang ingin memperdalam tauhid dan memperbaiki kualitas ibadah melalui pendekatan spiritual yang murni.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page