Muba, – Sekayu Palembang Kembali menjadi perhatian karena adanya praktik mengangkut minyak secara ilegal dari daerah Sekayu ke Palembang.
Aktivitas yang diduga sudah terjadi lama ini disebut berjalan lancar tanpa hambatan di jalur lintas, sehingga menimbulkan pertanyaan besar di kalangan masyarakat.
Sumber di lapangan mengatakan, mobil-mobil pengangkut minyak yang tidak sah tersebut diduga diatur oleh seseorang dengan inisial “Jali”. Nama ini sering disebut-sebut sebagai pihak yang bertugas memastikan distribusi berjalan lancar tanpa terganggu razia atau tindakan dari aparat.
Usaha ilegal itu juga diduga dimiliki oleh seorang pebisnis bernama Wawan, yang disebut-sebut sebagai orang utama dalam bisnis tersebut.
Klaim Pengakuan Soal Setoran
Informasi terbaru yang beredar menyebutkan bahwa Wawan mengklaim telah melakukan setoran rutin. Dalam informasi yang beredar di lingkaran tertentu dan belum dikonfirmasi secara resmi, Wawan disebut mengatakan bahwa “kadang uang setoran itu sejumlah seribu rupiah disetorkan ke Jali.”
Istilah “seribu” tersebut diduga merupakan kode angka tertentu, yang menurut beberapa sumber diartikan sebagai nilai dalam satuan juta rupiah.
Namun sampai saat ini, belum ada dokumen resmi atau penjelasan dari pihak berwenang yang mendukung klaim tersebut.
Jika pengakuan itu benar, maka dugaan ini menunjukkan adanya sistem perlindungan yang terorganisir terhadap kegiatan yang tidak sah.
Sosok “Jali” sering disebut memiliki kekuatan dan dianggap sebagai seorang pejabat pemerintah, bahkan terkait dengan latar belakang militer. Meski begitu, identitas dan keterlibatan tersebut masih hanya bersifat dugaan dan memerlukan bukti hukum untuk dibuktikan.
Jalur Rawan, Risiko Besar
Penjualan minyak secara ilegal melalui jalur darat tidak hanya merugikan negara dalam hal pajak dan izin yang sah, tetapi juga bisa menyebabkan risiko seperti kecelakaan, kebakaran, atau ledakan yang membahayakan orang lain yang menggunakan jalan tersebut.
Masyarakat sekarang bertanya-tanya bagaimana kendaraan yang membawa bahan bakar ilegal bisa beroperasi selama bertahun-tahun tanpa ada tindakan yang keras.
Desakan Pengusutan Transparan
Publik mendesak aparat penegak hukum untuk:
Memverifikasi klaim pengakuan terkait dugaan setoran bulanan.
Mengusut secara mendalam dugaan keterlibatan pihak yang dikatakan sebagai koordinator.
Melakukan pengecekan terhadap orang yang diperkirakan mengelola distribusi minyak yang tidak sah.
Membuka hasil penyelidikan secara transparan kepada masyarakat.
Kasus ini menjadi ujian integritas penegakan hukum.
Jika dugaan tindakan menyetor dan melindungi tersebut benar terjadi, maka hal itu bukan hanya kesalahan biasa, tetapi menunjukkan adanya jaringan yang terorganisir.
Sampai berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak penegak hukum atau penjelasan langsung dari orang-orang yang disebutkan dalam berita tersebut.
