BATAM, [26/05/2026] – Pemenuhan hak kemandirian dan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas di ruang publik, khususnya sektor industri pariwisata, terus menjadi sorotan kritis. Menjawab tantangan tersebut, Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Provinsi Kepulauan Riau berkolaborasi dengan Persatuan Tunanetra (Pertuni) Kota Batam menggelar pelatihan pemanfaatan teknologi bagi disabilitas netra.
Kegiatan yang bertajuk “Pelatihan Penggunaan Handphone bagi Penyandang Disabilitas Tunanetra” ini berlangsung pada Selasa (26/05/2026), bertempat di meeting room Harris Hotel & Suites Nagoya Batam. Agenda ini diikuti oleh sedikitnya 40 peserta yang terdiri dari penyandang disabilitas netra beserta para pendamping mereka.
Acara dibuka secara langsung oleh General Manager Harris Hotel & Suites Nagoya Batam, Ryan Damanik. Dalam sambutannya, Ryan menguraikan bahwa agenda ini merupakan bukti nyata bentuk perhatian manajemen terhadap kelompok disabilitas. Ia berharap pelatihan ini dapat memberikan dampak serta manfaat positif yang berkelanjutan bagi seluruh peserta.
Kendati demikian, sejumlah pengamat dan aktivis sosial yang mengawal isu ini menegaskan bahwa langkah Harris Hotel Nagoya harus menjadi pemantik bagi industri perhotelan lain di Batam. Publik mendesak agar komitmen “perhatian” ini tidak berhenti pada batas dokumentasi Corporate Social Responsibility (CSR) tahunan, melainkan bertransformasi menjadi kebijakan internal hotel yang ramah dan inklusif secara permanen.
Pelatihan ini menghadirkan dua narasumber ahli, Gustiar dan Rudi, yang mengupas tuntas sisi teknis pemanfaatan fitur aksesibilitas pada smartphone demi menunjang mobilitas dan kemandirian komunikasi kaum tunanetra.
Menariknya, kegiatan ini tidak hanya menyasar para peserta disabilitas. Tokoh pemotivasi, Fachrizal, S.E., turut hadir memberikan pencerahan dan edukasi khusus bagi jajaran karyawan hotel. Fachrizal menekankan pentingnya aparatur pelayanan hotel untuk lebih mengenal, memahami, dan menghilangkan stigma terhadap penyandang disabilitas.
Hal tersebut diperkuat oleh penyampaian materi Hospitality Guest Interaction yang dibawakan oleh Mutia Anggraini Tanjung selaku Assistant Front Office Manager Harris Resort Barelang Batam. Materi ini membedah standardisasi pelayanan dan interaksi yang setara serta penuh rasa hormat saat menyambut tamu disabilitas
Di akhir acara, M. Hermansyah selaku Penanggung Jawab Kegiatan sekaligus Marketing dan Branding Harris Hotel Nagoya, menyatakan rasa puas dan bangganya melihat antusiasme serta semangat juang yang tinggi dari para peserta. Ia berharap sinergi ini dapat terus ditingkatkan ke arah yang lebih baik di masa depan.
Antusiasme luar biasa dari 40 peserta tunanetra ini menjadi sinyal mendasar bagi publik dan pemangku kebijakan: kelompok disabilitas di Batam siap untuk maju dan setara. Kini, bola panas berada di tangan manajemen industri pariwisata dan pemerintah daerah untuk membuktikan konsistensi mereka dalam membuka aksesibilitas fisik maupun peluang kerja riil tanpa diskriminasi. (Fachrizal)
